Pernah menerima pesan yang meminta kamu segera memperbarui akun, mengonfirmasi data, atau mengklik tautan tertentu? Hati-hati, bisa jadi pesan tersebut merupakan upaya phishing.

Phishing adalah upaya penipuan untuk mengelabui seseorang agar memberikan informasi sensitif, seperti kata sandi, kode OTP, atau data pribadi. Pelaku dapat menyamar sebagai pihak resmi melalui email, pesan singkat, media sosial, atau situs web palsu.

Di lingkungan kampus, phishing dapat menyasar pengguna layanan digital seperti portal akademik, email kampus, dan platform pembelajaran. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sebelum merespons pesan atau membuka tautan.

Cara Mengenali Pesan dan Tautan Mencurigakan

1. Periksa alamat pengirim

Perhatikan alamat email, nomor telepon, atau akun media sosial pengirim. Waspadai alamat yang menyerupai akun resmi tetapi memiliki tambahan huruf, angka, atau ejaan yang tidak biasa.

2. Waspadai pesan yang mendesak atau mengancam

Pesan seperti “akun akan diblokir dalam 10 menit” atau “segera klik untuk menghindari denda” dapat digunakan untuk membuat penerima panik dan bertindak tanpa memeriksa kebenarannya.

3. Periksa tautan sebelum membukanya

Jangan langsung mengeklik tautan yang diterima. Periksa alamat situs dengan teliti, termasuk ejaan nama domain. Tautan yang terlihat mirip dengan alamat resmi belum tentu mengarah ke situs yang benar.

4. Jangan berikan kata sandi atau kode OTP

Pihak resmi tidak seharusnya meminta kata sandi atau kode OTP melalui pesan. Jangan membagikan informasi tersebut, termasuk jika pengirim mengaku sebagai petugas atau administrator.

5. Waspadai lampiran yang tidak dikenal

Hindari membuka lampiran atau mengunduh file dari pengirim yang tidak dikenal atau pesan yang tidak kamu harapkan. File tersebut dapat berisi program berbahaya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menerima Pesan Mencurigakan?

* Jangan mengeklik tautan atau mengunduh lampiran.
* Jangan membalas dengan informasi pribadi atau data akun.
* Verifikasi informasi melalui situs atau kanal resmi yang kamu akses sendiri.
* Laporkan pesan mencurigakan melalui kanal bantuan resmi yang tersedia.
* Hapus atau tandai pesan sebagai spam jika sudah dipastikan mencurigakan.

Jika telanjur mengeklik tautan atau memasukkan informasi akun, segera ganti kata sandi melalui situs resmi, keluarkan akun dari perangkat atau sesi yang tidak dikenal jika tersedia, dan hubungi pengelola layanan. Jika informasi keuangan ikut diberikan, segera hubungi penyedia layanan keuangan terkait.

Penutup

Phishing sering memanfaatkan rasa panik, rasa ingin tahu, atau kepercayaan terhadap nama lembaga tertentu. Dengan memeriksa pengirim, memastikan alamat situs, dan tidak membagikan informasi rahasia, kita dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Berhenti sejenak, periksa sumbernya, dan pastikan sebelum mengeklik.