Satu langkah tambahan saat login, perlindungan ekstra untuk akun dan data kampus.
Di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital kampus, akun menjadi salah satu akses penting bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Email, penyimpanan cloud, aplikasi kolaborasi, hingga berbagai layanan akademik dapat terhubung dengan identitas digital yang sama.
Karena itu, keamanan akun tidak cukup hanya mengandalkan username dan password. Password dapat dicuri melalui phishing, digunakan ulang pada beberapa layanan, atau diketahui pihak lain. Multi-Factor Authentication (MFA) memberikan lapisan keamanan tambahan dengan meminta lebih dari satu bentuk verifikasi saat pengguna melakukan login.
Apa Itu Multi-Factor Authentication (MFA)?
Multi-Factor Authentication atau MFA adalah metode keamanan yang meminta pengguna membuktikan identitasnya menggunakan lebih dari satu faktor autentikasi.
Secara umum, faktor tersebut dapat berupa:
- Sesuatu yang Anda ketahui, seperti password atau PIN.
- Sesuatu yang Anda miliki, seperti smartphone atau security key.
- Sesuatu yang menjadi bagian dari diri Anda, seperti sidik jari atau pengenalan wajah.
Sederhananya, jika password adalah kunci pertama, MFA berfungsi sebagai lapisan pengamanan berikutnya.
Artinya, ketika seseorang berhasil mengetahui password Anda, mereka belum tentu dapat masuk ke akun karena masih membutuhkan verifikasi tambahan.
Mengapa Akun Kampus Perlu Menggunakan MFA?
Akun kampus bukan sekadar alamat email. Dalam lingkungan digital universitas, akun dapat menjadi pintu masuk ke berbagai aplikasi dan informasi.
Risiko semakin besar apabila pengguna menggunakan password yang sama pada beberapa layanan atau tanpa sengaja memasukkan username dan password ke situs phishing.
MFA membantu mengurangi risiko akses yang tidak sah karena setelah password dimasukkan, sistem masih dapat meminta faktor verifikasi lainnya. Microsoft menyebut MFA sebagai lapisan perlindungan tambahan terhadap risiko kompromi password dan serangan terhadap identitas.
Dengan MFA, pengguna mendapatkan manfaat seperti:
- 🔐 Perlindungan tambahan setelah password
- 📱 Verifikasi melalui perangkat atau metode yang telah didaftarkan
- 🛡️ Mengurangi risiko akun diakses ketika password diketahui orang lain
- ☁️ Membantu melindungi akses terhadap email, file, dan aplikasi yang terhubung dengan akun
- 👤 Memastikan proses login dilakukan oleh pengguna yang telah diverifikasi
Bagaimana MFA Bekerja?
Bayangkan seseorang mendapatkan alamat email dan password akun kampus Anda.
Tanpa MFA
Username + Password → Login berhasil
Jika password berhasil dicuri, pihak yang tidak berwenang berpotensi langsung mencoba masuk.
Dengan MFA
Username + Password → Verifikasi tambahan → Login berhasil
Verifikasi tambahan tersebut dapat menggunakan Microsoft Authenticator, passkey, Windows Hello for Business, SMS, voice call, atau metode lain yang diizinkan oleh organisasi. Metode yang tersedia dapat berbeda sesuai kebijakan administrator.
Cara Mengaktifkan MFA pada Akun Microsoft 365 Kampus
Jika organisasi telah mewajibkan MFA, pengguna biasanya akan diminta mendaftarkan metode keamanan tambahan ketika melakukan login ke Microsoft 365. Administrator organisasi terlebih dahulu perlu mengaktifkan atau menerapkan kebijakan MFA untuk akun tersebut.
1. Login ke akun kampus
Masuk menggunakan akun Microsoft 365 kampus seperti biasa.
Masukkan:
- alamat email akun kampus; dan
- password akun.
2. Ikuti permintaan pengaturan keamanan
Jika MFA diwajibkan dan akun belum memiliki metode verifikasi, pengguna akan diminta memberikan atau mendaftarkan informasi keamanan tambahan.
3. Pilih metode autentikasi
Metode yang tersedia bergantung pada konfigurasi organisasi. Beberapa metode yang didukung Microsoft Entra ID antara lain Microsoft Authenticator, passkey/FIDO2, Windows Hello for Business, SMS, panggilan suara, serta token tertentu.
Untuk penggunaan sehari-hari, pengguna dapat mengikuti metode yang telah ditetapkan atau direkomendasikan oleh administrator kampus.
4. Selesaikan proses verifikasi
Ikuti petunjuk sampai proses pendaftaran selesai.
Setelah metode autentikasi berhasil didaftarkan, informasi tersebut dapat digunakan untuk memverifikasi identitas saat MFA diperlukan pada proses login berikutnya.
Jangan Asal Menyetujui Notifikasi MFA
Ini bagian yang tidak kalah penting.
MFA sangat membantu meningkatkan keamanan, tetapi pengguna tetap harus waspada.
Jika tiba-tiba muncul permintaan persetujuan login di smartphone sementara Anda tidak sedang mencoba masuk ke akun, jangan langsung menyetujuinya.
Tidak merasa sedang login? Jangan tekan Approve.
Permintaan autentikasi yang tidak dikenali dapat menjadi tanda bahwa ada pihak lain yang sedang mencoba mengakses akun.
Jika mengalami kondisi tersebut, sebaiknya:
- Tolak permintaan login yang tidak dikenal.
- Segera ubah password akun jika dicurigai telah diketahui pihak lain.
- Periksa kembali metode autentikasi yang terdaftar.
- Laporkan kepada pengelola layanan TI kampus apabila menemukan aktivitas akun yang mencurigakan.
Gunakan Metode MFA yang Lebih Kuat
Tidak semua metode MFA memiliki tingkat ketahanan yang sama terhadap phishing. Microsoft secara khusus merekomendasikan metode phishing-resistant, seperti passkey/FIDO2, Windows Hello for Business, security key FIDO2, atau autentikasi berbasis sertifikat untuk tingkat perlindungan yang lebih tinggi.
Namun, metode yang dapat digunakan pengguna tetap mengikuti kebijakan dan konfigurasi yang diterapkan oleh administrator kampus.
Periksa dan Perbarui Metode Keamanan
Nomor telepon dapat berubah dan smartphone dapat diganti. Karena itu, jangan lupa memperbarui informasi autentikasi.
Pada akun kerja atau sekolah berbasis Microsoft, pengguna dapat meninjau, menambahkan, atau mengubah metode verifikasi melalui pengaturan profil/security information apabila kebijakan organisasi mengizinkannya.
Hapus juga perangkat atau metode lama yang sudah tidak digunakan.
Tips Agar Akun Kampus Semakin Aman
Selain menggunakan MFA, biasakan beberapa langkah sederhana berikut:
✅ Gunakan password yang kuat dan unik
Hindari menggunakan password akun kampus pada layanan lain.
✅ Waspadai email dan halaman login palsu
Jangan terburu-buru mengklik tautan yang meminta login.
✅ Periksa alamat situs sebelum memasukkan password
Pastikan Anda benar-benar sedang mengakses layanan resmi.
✅ Jangan pernah memberikan kode MFA
Kode verifikasi merupakan bagian dari sistem keamanan akun.
✅ Jangan menyetujui permintaan login yang tidak dikenal
Jika Anda tidak sedang login, jangan tekan Approve.
✅ Perbarui metode autentikasi
Pastikan perangkat dan informasi keamanan yang terdaftar masih berada dalam kendali Anda.
Keamanan Akun Dimulai dari Kita
Transformasi digital kampus bukan hanya tentang menghadirkan aplikasi dan layanan yang semakin mudah digunakan. Keamanan juga menjadi tanggung jawab bersama.
Mengaktifkan MFA mungkin membuat proses login membutuhkan satu langkah tambahan. Namun, langkah sederhana tersebut memberikan lapisan perlindungan yang jauh lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan password.
Password melindungi pintu pertama. MFA menambahkan lapisan perlindungan berikutnya.
Mari gunakan layanan digital kampus secara aman, jaga kerahasiaan akun, aktifkan MFA, dan jangan pernah menyetujui permintaan autentikasi yang tidak kita kenali.
Akun aman, data terlindungi, aktivitas digital kampus pun menjadi lebih nyaman.