PADANG (DTI UNAND) — Dalam upaya memperkuat fondasi transformasi digital dan menyusun arah strategis pengembangan teknologi informasi yang berkelanjutan, Direktorat Teknologi Informasi (DTI) Universitas Andalas menyelenggarakan Kick-Off Meeting Audit Infrastruktur dan Tata Kelola TI Tahun 2026. Pertemuan ini dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, bertempat di Ruang Rapat DTI, Gedung Perpustakaan Lantai Dasar Universitas Andalas.

Rapat dipimpin langsung oleh Direktur DTI Universitas Andalas, Prof. Dr. Eng. Ir. Fauzan, S.T., M.Sc. (Eng.), dan dihadiri oleh jajaran perwakilan Komite Audit MWA, Pimpinan Fakultas Teknologi Informasi, unsur pimpinan DTI, serta tim mitra eksternal dari PT Telkom Indonesia dan PT Bhakti Unggul Teknovasi.

Dalam arahannya, Direktur DTI menegaskan bahwa audit eksternal ini merupakan langkah krusial yang menjadi dasar penyusunan IT Master Plan, roadmap, serta Rencana Strategis (Renstra) Teknologi Informasi Universitas Andalas untuk periode 2027–2031. Ruang lingkup penilaian mencakup keandalan infrastruktur fisik maupun noninfrastruktur, seperti aplikasi dan sistem pendukung layanan TI.

Fokus Penilaian dan Tahapan IT Master Plan

Penilaian infrastruktur difokuskan pada tiga pilar utama keandalan digital universitas, yaitu:

  1. Jaringan: Kondisi konektivitas dan tingkat keamanan akses jaringan.

  2. Server: Keandalan penopang sistem dan aplikasi digital kampus.

  3. Data Center: Pusat penyimpanan, pengolahan, dan pengamanan data terpadu.

Guna menghasilkan pedoman pengembangan yang terukur dan tepat sasaran, penyusunan IT Master Plan dilaksanakan melalui lima tahapan sistematis: pemeriksaan kondisi eksisting, analisis kesenjangan (gap) dan risiko, penyusunan target arsitektur, penetapan program prioritas, hingga penyusunan roadmap serta investasi TI.

Sinergi Keamanan, SDM, dan Tata Kelola Terpadu

Pelaksanaan audit mengedepankan prinsip asesmen objektif tanpa merugikan operasional yang sedang berjalan. Diskusi turut menghimpun berbagai masukan strategis dari para peserta rapat. Pak Ahmad menyoroti pentingnya pengalokasian anggaran yang komprehensif agar mencakup pemeriksaan menyeluruh. Sementara itu, Pak Mulyadi Bur menekankan bahwa keandalan TI tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga kesiapan perangkat lunak, kompetensi SDM, serta penguatan keamanan jaringan—salah satunya melalui autentikasi akun individual (single account) bagi seluruh pengguna internet di lingkungan kampus.

Seluruh rangkaian proses audit eksternal ini disepakati dan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Hasil akhir audit akan menjadi landasan utama Universitas Andalas dalam menghadirkan layanan digital yang modern, aman, dan berdaya saing.