Padang (DTI UNAND) — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan efisiensi tata kelola di lingkungan perguruan tinggi, Universitas Andalas menggelar Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026, di Ruang Seminar Gedung F Universitas Andalas dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh 112 peserta yang terdiri dari unsur dosen dan staf tenaga kependidikan (tendik).
Pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Bidang Akademik Universitas Andalas dengan Direktorat Teknologi Informasi (DTI). Dalam kerja sama ini, DTI UNAND berperan penting dalam mendukung integrasi infrastruktur digital, termasuk pengintegrasian akun email institusi berbasis Microsoft 365 dengan teknologi Gemini AI. Selain memfasilitasi kebutuhan teknis dan infrastruktur, jajaran staf DTI UNAND juga turut serta secara aktif sebagai peserta pelatihan.
Hadir sebagai pemateri utama, Renti Rosmalis, Google Education Specialist Indonesia. Dalam pemaparannya, beliau membagikan wawasan mengenai pendampingan digitalisasi pendidikan. Para peserta dibekali pengetahuan mendalam mengenai berbagai perangkat AI yang relevan untuk proses pembelajaran dan administrasi, seperti pemanfaatan fitur Gem hingga platform desain interaktif Canvas. Selain itu, aspek keamanan data serta etika penggunaan teknologi AI di lingkungan akademik turut menjadi fokus pembahasan utama guna memastikan pemanfaatan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.
Tidak hanya menerima paparan materi secara teoritis, para peserta juga dilibatkan secara langsung dalam sesi praktik (hands-on) pemanfaatan teknologi AI. Untuk mengukur tingkat pemahaman dan ketercapaian pelatihan, di akhir sesi peserta diberikan penugasan (task) berbasis praktik yang menjadi tolok ukur serta syarat kelulusan peserta dalam rangkaian pelatihan ini.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Universitas Andalas bersama DTI UNAND terus berkomitmen untuk memperkuat literasi digital dan mendorong adopsi teknologi mutakhir secara bertahap. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem akademik yang inovatif, adaktif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara optimal dan beretika.